HAJI PLUS PERMATA SHAFWAHUMROH PERMATA SHAFWAH

Tata Cara dan Makna Tahallul

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Menurut bahasa Tahallul berarti ‘menjadi boleh’ atau ‘dihalalkan’, dengan kata lain Tahallul ialah diperbolehkan atau halal dari seluruh larangan atau pantangan selama Ihram. Prakteknya adalah dengan mencukur sebagian atau seluruh rambut di kepala atau menggunting sekurang-kurangnya tiga helai rambut, khususnya bagi wanita.

Pelaksanaan Tahallul bagi jamaah umroh adalah setelah jamaah umroh selesai melakukan Sai setelah Thawaf. Jadi begitu selesai Sai atau berjalan tujuh kali dari bukit Shofa ke bukit Marwah, maka jamaah umroh langsung melakukan Tahallul. Untuk jamaah umroh wanita, cukup dengan mengunting atau memotong tiga helai rambutnya, sementara bagi jamaah laki-laki disunnahkah untuk menggundulnya secara plontos.

Khusus bagi jamaah laki-laki yang sudah memiliki niat untuk badal umroh, baik untuk orang tua maupun keluarga yang sudah tiada, atau sudah tua atau sedang jatuh sakit dan tidak memungkinkan berangkat ke Baitullah maka pada saat tahallul pada umroh pertama ini tentu jangan dicukur gundul terlebih dahulu. Nanti setelah pelaksanaan badal umroh selesai maka dipersilakan tahallul dengan cukur gundul.

Mengapa jamaah laki-laki disunnahkan untuk mencukur gundul? Karena Rasulullah Muhammad SAW berdoa untuk memintakan ampun sebanyak 1 kali bagi jamaah umroh dan haji yang tahallul dengan tidak mencukur gundul. Sedangkan bagi jamaah umroh dan haji yang bertahallul dengan cukur gundul Rasulullah Muhammad SAW mendoakan sebanyak 3 kali.

MACAM TAHALLUL

Ada dua macam tahallul yaitu:

  1. Tahalallul Awal

Tahallul Awal adalah keadaan seseorang yang telah melakukan dua dari tiga perbuatan yaitu:

  1. Melontar Jumrah Aqabah
  2. Tawaf Ifadah dan Sai
  3. Tahallul dengan bercukur

Tahallul awal bisa dilakukan dengan dua cara yaitu:

  • Melontar Jumrah Aqabah kemudian Tahallul/mencukur rambut (a dan c)
  • Melaksanakan Tawaf Ifadah dan Sai lalu Tahallul/mencukur rambut (b dan c)

Begitu jamaah haji sudah melakukan tahallul awal maka ia sudah boleh melepas ihramnya dan dihalalkan bagi jamaah haji melakukan segala larangan ihram, kecuali hubungan suami isteri dan melakukan akad nikah. Untuk jamaah haji Indonesia kebanyakan melaksanakan Tahallul awal ini dengan cara ini.

  1. Tahallul Akhir (Thani)

Tahallul thani atau qubro atau tahallul akhir dalam rangkaian ibadah haji adalah melepaskan diri dari keadaan Ihram setelah melakukan secara lengkap ketiga-tiga ibadah berikut: melontar Jamratul Aqabah, bercukur dan Tawaf Ifadah, Sai.

Tahallul Thani ini dilakukan para jamaah haji setelah melakukan thawaf dan sai haji, sekembalinya ke Makkah setelah selesai wukuf di Arofah yaitu setelah melakukan semua rukun haji termasuk satu wajib haji yaitu melontar Jamratul Aqabah, walaupun belum melontar tiga jumrah dan bermalam di Mina, maka halal semua larangan ihram.

Tahallul atau bercukur adalah salah satu ritual umroh dan haji yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan, terutama dalam Madzhab Syafi’i. Meski bercukur atau memotong sebagian rambut ini terkesan remeh, namun jika ditinggalkan akan membuat ibadah umroh dan haji tidak sah. Jika demikian, itu artinya diwajibkan untuk mengulang kembali ibadah tersebut pada waktu yang lain atau tahun berikutnya.

Melakukan tahallul yaitu mencukur rambut adalah simbol dari meletakkan mahkota seseorang, artinya orang tersebut menanggalkan kesombongan yang menjadi seseorang tinggi hati dari orang lain. Semoga dengan rontoknya ribuan rambut di kepala para jamaah umroh dan haji ketika bertahallul, maka rontok juga segala ribuan keangkuhan dan kesombongannya yang akan menjadikannya haji yang tawadlu’ dan rendah diri, Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Untuk informasi Paket Umroh & Jadwal Umroh klik: https://permatashafwahtravel.co.id/jadwal-umroh/

Semoga Bermanfaat

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *