HAJI PLUS PERMATA SHAFWAHUMROH PERMATA SHAFWAH

Asal Usul Ka’bah

Ka’bah (bahasa Arab: الكعبة, transliterasi: Ka’bah) adalah Bait Suci atau tempat beribadah kepada Allah SWT yang pertama kali didirikan di muka bumi. Bentuk bangunan Ka’bah mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekkah. Di dalam Al Qur’an tertulis bahwa Ka’bah telah ada pada saat Nabi Ibrahim yang menempatkan Siti Hajar dan Nabi Ismail ketika masih bayi di lokasi tersebut.

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37)

Sejarawan, narator dan lainnya serta beberapa buku / kitab sejarah menyebutkan bahwa yang pertama kali membangun Ka’bah adalah para malaikat, ada juga yang berpendapat Nabi Adam as, ada yang menyebutkan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, dan ada juga yang berkata: Allahlah yang menciptakannya 2000 tahun sebelum menciptakan bumi, kemudian menciptakan bumi dari bawahnya. Nabi Ibrahim as sebenarnya hanya membangun kembali Ka’bah sebagai perbaikan terhadap bangunan Ka’bah lama. Sebelumnya, Ka’bah yang dibangun Nabi Adam as sejak turun ke bumi sudah luluh lantak akibat bencana banjir semasa Allah SWT menimpakan adzab kepada kaum Nabi Nuh as, kaum Tsamud yang mendustakan beliau.

Sejarah mencatat Nabi Ibrahim as mengulangi pembangunan ka’bah tepat di lokasi dulunya manusia pertama membangun Ka’bah, waktunya diperkirakan 1500 sebelum penanggalan Masehi.  Namun sebelumnya, Nabi Ibrahim as meninggalkan Nabi Ismail as kecil dan istrinya Siti Hajar di Mekkah atas perintah Allah SWT.

Saat Nabi Ibrahim as sedang berada di Kan’an, beliau mendapatkan wahyu kenabian agar datang kembali ke tempatnya meninggalkan buah hati serta istri tercinta. Wahyu tersebut juga menginstruksikan kepada Nabi Ibrahim as agar segera membangun kakbah dan mendirikan kota di sana.

Beliau mengajak anak tercintanya, Ismail untuk melaksanakan wahyu Allah SWT tersebut. Bahan-bahan pembangunnya diambil dari batu-batu di Qubays, Gua Hira’ dan beberapa bebatuan di kawasan tersebut.

Lebih jauh dari zaman Nabi Adam as dengan Siti Hawa diusir dari surga akibat melanggar larangan Allah SWT untuk tidak memakan buah khuldi. Ternyata ada beberapa sumber sejarah yang meskipun tidak dapat dibuktikan kebenarannya, namun mereka ini yakin Ka’bah adalah bangunan pertama di bumi dimana malaikat-malaikat Allah SWT pembangunnya.

Kembali lagi ke Ka’bah yang didirikan oleh Nabi Ibrahim as, Ka’bah ini dikenal dengan sebutan Ka’bah Al Musyarofah. Pada waktu itu, Ka’bah masih tidak memiliki atap, tingginya 30 – 31 hasta dengan lebar 20 hasta. Bentuknya persegi dengan sisi tembok berjumlah empat dan pintu dua buah (pintunya hanya berupa gawang tanpa daun pintu). Untuk melanjutkan hidup, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun beberapa kandang di sebelah utara Ka’bah yang sekarang difungsikan sebagai Hijir Ismail.

Renovasi oleh Kaum Quraisy

Kaum Quraisy adalah suku besar yang menduduki jazirah Arab di masa lalu, bahkan Nabi Muhammad SAW juga lahir dari kalangan suku Quraisy yang terkenal berwibawa tinggi. Mereka membangun Ka’bah dari awal lagi karena merasa bangunan lama peninggalan Nabi Ibrahim as sudah tak layak. Al Walid bin Al Mughirah Al Makhzumy menjadi peroboh Ka’bah pertama kali sepeninggal Ibrahim as.

Lima tahun sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi nabi, Mekkah dilanda banjir besar hingga meluap ke Masjidil Haram dan dikhawatirkan sewaktu-waktu akan dapat meruntuhkan Ka’bah, karena sejak zaman Nabi Ibrahim as hingga Quraisy Ka’bah dibangun dengan menggunakan tumpukan batu dan tanpa perekat tanah atau yang lainnya.

Bencana ini memecahkan beberapa bagian dinding Ka’bah sehingga Ka’bah harus diperbaiki lagi dengan syarat dana yang digunakan semuanya halal. Sayangnya, kaum Quraisy kehabisan dana halal untuk menyempurnakan bangunan Ka’bah. Karena penduduk sudah sepakat membangun ka’bah dari dana hala, akhirnya mereka memilih mengurangi luasan bangunan. Ada sekitar 3 meter luas bangunan dari arah Hijir Ismail ke Ka’bah yang dipangkas luasnya karena keterbatasan dana halal. Baca http://permatashafwahtravel.co.id/2018/10/19/awal-mula-tawaf/

Di bulan Desember ini, Permata Shafwah Travel memiliki Paket Umroh Hemat Akhir Tahun. Untuk Sahabat Shafwah yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut klik http://permatashafwahtravel.co.id/jadwal-umroh/

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan Sahabat Shafwah.

One thought on “Asal Usul Ka’bah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *