HAJI PLUS PERMATA SHAFWAHUMROH PERMATA SHAFWAH

MAKNA SHALAT ARBAIN DI MASJID NABAWI

Mungkin Sahabat Shafwah pernah mendengar istilah Arbain dari orang yang ingin pergi haji ataupun telah melaksanakan haji. Namun apakah Anda sudah tahu makna dari istilah Arbain? Dan amalan apa saja yang harus dilakukan selama Arbain?

Arba’in atau arba’un dalam bahasa arab berarti empat puluh. Yang dimaksud dengan shalat arba’in adalah melakukan shalat empat puluh waktu (Isya, Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib) di Masjid Nabawi secara berturut-turut dan tidak ketinggalan takbiratul ihram bersama imam. Selama jamaah berada di Madinah, memperbanyak shalat di Masjid Nabawi itulah inti dari ibadah Arbain ini.

Dari Abu Hurairah Ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

مَنْ صَلَّى فِي مَسْجِدِي أَرْبَعِينَ صَلاةً، لاَ يَفُوتُهُ صَلاةٌ، كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَنَجَاةٌ مِنَ الْعَذَابِ، وَبَرِئَ مِنَ النِّفَاقِ

“Barang siapa shalat di masjidku empatpuluh shalat tanpa ketinggalan sekalipun, dicatatkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari siksaan dan ia bebas dari kemunafikan.”

Hadits ini dhaif (lemah), sebagaimana dijelaskan oleh syaikh Al-Albany dalam Silsilah Adh-Dhaifah, no. 364, dalam kitab lainnya sedangkan dalam kitab “Dhaif At-Targhib”, no. 755, beliau mengatakan, “Munkar”.

Selain arba’in di atas ada arba’in dengan bentuk lain dengan dalil yang lebih shahih, yaitu hadits berikut:

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ.

Barang siapa yang shalat karena Allah empat puluh hari secara berjamaah tanpa ketinggalan takbir yang pertama, dicatatkan baginya dua kebebasan; kebebasan dari neraka dan kebebasan dari kemunafikan. [HR at-Tirmidzi no. 241, dihukumi hasan oleh al-Albani, dan al-‘Iraqi mengatakan : para rawinya tsiqah]

Perbedaan dengan sebelumnya adalah dilakukan selama 40 hari (bukan 40 kali) dan tidak mesti harus di Masjid Nabawi, bisa di masjid mana saja. Insya Allah orang yang rutin shalat berjamaah di masjid tepat waktu akan mudah mendapatkan keutamaan ini. Semoga ibadah kita dimudahkan oleh Allah  dalam melaksanakannya.

Permata Shafwah Travel menyediakan paket umroh hemat non arbain. Segera daftarkan diri Anda untuk melakukan ibadah umroh bersama kami dengan klik http://permatashafwahtravel.co.id/daftar-umroh/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *